Postingan

Joko Kendil

Gambar
  Joko Kendil Betapa mudahnya publik terbelejog. Sampai-sampai ada orang bertampang ajengan yang dengan yakinnya menyebut nama Tuhan untuk mengagumi dia sebagai Musafir   Pengendara   Siluman Macan Putih. Dia sendiri boleh jadi tiada niatan untuk mengelabui publik, tapi nyatanya dia diboncéng Tiger ( Honda) dan   banyak netizen tuna literasi yang mudah terhanyut oleh informasi ceuk cenah yang       langsung komén én sér.....   Teruslah berjalan kaki dan berkelana senusantara, Ki.   Siapa tahu Djarum Coklat mau mensponsori dan Baim Wong berkenan ngontén dengan membelikan Aki sepatu Nike Air Walk .... Sehat ceria selalu, Ki. Oktober Akhir Zaman.

Muzdalifah – Mina Perjalanan Ajaib Dalam Keputus-asaan

Gambar
  Usai shalat jama’ qashar Dzuhur dan Asar sampai Magrib di hari Wukuf Arafah selesai sudah prosesi utama ibadah haji. Namun masih harus dilanjut menuju Mina dengan terlebih dahulu mabit di Muzdalifah setelah matahari terbenam. Degdegan juga. Tapi merasa ditenangkan karena teman sekelompok jamaah sudah semakin kenal akrab.  Teman sekelompok memang sudah diwanti-wanti agar tetap bersama, jangan sampai terpisah dari rombongan, mengingat kita akan tiba di Muzdalifah pada malam hari. Sejak tiba di   Madinah, secara pribadi saya mengajukan diri untuk mendampingi salah seorang jamaah yang terpaksa harus menggunakan kursi roda. Semula saya tidak mengenalinya, tapi merasa terpanggil karena ibu saya juga memang harus menggunakan kursi roda dalam mobilitasnya sehari-hari. Setidaknya, ada pengalaman bagaimana mendorong kursi roda di berbagai kondisi jalan bahkan menaiki atau menuruni undakan. Dan, apa yang terjadi di Muzdalifah sungguh di luar dugaan! Namanya juga kawasan itu u...

Sisi lain Rukun Haji di Arafah.

Gambar
  Arafah adalah salah satu prosesi yang harus dilewati setiap jamaah haji yang mulai terasa “berat.” Begitu kata pembimbing ibadah haji sejak jauh sebelum keberangkatan. Risikonya lelah lahir-batin, sebelum kita menuju Muzdalifah dan Mina yang lebih berat. Jamaah yang pada waktunya menderita sakit pun “diwajibkan” wukuf. Untuk mereka disediakan ambulan dan tenda khusus. Entah seluas apa padang itu. Kebayangnya dataran luas padang pasir tanpa peneduh dipenuhi jutaan jamaah dari berbagai penjuru dunia, dengan pakaian yang sama pula. Ternyata banyak pohon juga di sana. Kabarnya, pepohonan itu adalah bantuan dari pemerintahan Indonesia. Luar biasa. Saat duduk sejenak di bawah pohon, terpikirkan juga bagaimana menyirami pepohonan itu sampai sesubur ini? Dari cerita seorang mukimin di Mekah, untuk bisa menanam satu pohon pelindung di hamparan batu melulu itu diperlukan biaya sebesar 1.500 Riyal. Sungguh keterlaluan kalau ada orang Indonesia di tanah “tongkat kayu jadi tanaman” ini en...

Kucing Dolbon

Gambar
    Bandung - Kucing. Iya, kucing! Perkara binatang yang satu ini saya hanya menggolongkan 2 (dua) jenis saja. Pertama kucing peliharaan dan satu lagi kucing liar. Tentang penggolongan jenis kucing pun saya kurang paham , yang saya hafal paling kucing kampong, angora, Persia dan siam. Selebihnya saya memang tidak mendalami.   Tapi kalau urusan peduli, ya adalah. Kucing-kucing yang pernah dipelihara di rumah saya juga awalnya bukan adopsi dari pembiak, tapi memungut dari jalanan karena kasihan. Kucing pertama yang dipelihara memang “kucing kampung.” Ada sepasang yang kemudian beranak-pinak. Cara memeliharanya pun secara tradisionil saja, termasuk cara memandikannya. Makanannya seputar pindang yang dicampur nasi. Cukup itu. Hanya, ini dia, kotorannya jadi tidak teratur dan bau. Lama sekali membiasakannya untu bisa berak atau kencing di tempat yang sudah disediakan. Tapi, rasa kasihan terhadap mereka lebih besar dari pada kekesalan dengan seringnya membersihkan beberap...

Corona Lagi, Lagi-lagi Corona

Gambar
Tak perlu lagi ceritakan apa itu virus baru yang merebak sealam dunia akhir-akhir ini. Kita sudah banyak dibanjiri informasi yang resmi maupun hoax. Juga kabar baik maupun kabar kabur perkara ini. Kita memang sedang dibikin ketar-ketir oleh apa pun buatan manusia, khususnya buatan Cina. Panik, iya. Tapi waspada itu juga perlu. Selebihnya nalar akal sehat yang juga harus dijaga dalam menerima berbagai informasi, seputar virus Covid 19 yang kurang ajar ini. Iya, kurang ajar! Selain ancaman tertular, kita juga dibikin riweuh oleh berbagai cerita simpang-siur. Dan, ternyata, kekuatan yang berasal dari keyakinan ageman agama dan budaya sendiri lah yang menguatkan nyali dalam mengahadapinya. Ada dugaan, pemimpin kita memang suka mengalah terhadap kepentingan posisi untuk menguasai hal-hal yang menyangkut kebutuhan pribadi bahkan politik parpol sendiri. Tapi itu bukan wilayah saya dalam menghadapi kekuranajaran Corona ini. Saya tinggal menuruti apa kata ahli kesehatan yang obyekti...

Sampah Domestik Bahaya dan Membahayakan

Gambar
Hati-hati membuang sampah domestik yang membahayakan baik untuk diri sendiri maupun petugas pengumpul sampah dari rumah anda. Satu di antaranya yang sering dijumpai adalah pecahan kaca atau benda beling lainnya yang tajam-tajam. Biasanya jenis sampah tersebut berupa pecahan gelas/piring, kaca jendela atau juga kaca akuarium. Rabu, 14 Januari lalu terjadi peristiwa kecelakaan yang cukup mengenaskan. Salah seorang petugas pemungut sampah dari rumah ke rumah, Nunu (38) mengalami kecelakaan saat menjalankan tugasnya di TPS Jl. Indramayu, Antapani, Kota Bandung. Ketika sedang mengalihkan sampah dari bak “Triseda” yang biasa digunakannya sehari-hari, tiba-tiba ada serpihan kaca tajam terjatuh dan mengenai tangannya. Tak pelak, tangan Nunu terluka robek dan memerlukan pertolongan dokter untuk mengatasi luka-lukanya dengan beberapa jahitan di lengannya. Begitu kejadian yang menimpa Nunu, seperti yang dikisahkan Maman (60) rekan kerjanya yang rutin mengambil sampah dari ruma...

Urban Farming Manfaatkan Halaman atau Lahan Kosong Milik Sendiri

Gambar
Salah satu ciri manusia yang mencintai lingkungan hidup di antaranya adalah mencintai pepohonan dan juga menggemari bercocoktanam. Bercocoktanam bisa dimana saja dan kapan saja, dapat disesuaikan dengan lahan yang bisa kita gunakan dengan halal. Seperti di kebun ini, misalnya. Di suatu lahan kosong yang kelak akan dibangun gedung dapat juga dimanfaatkan, sambil menunggu tabungan yang cukup untuk membiayai proyek membangun rumah tinggal. Kebun di lahan ini istilahnya jadi kerén, "Urban Organik Farm." Lokasinya juga tidak kalah kerén, hanya hitungan langkah dari Setrasari Mall, Kota Bandung. Urban Farming . B egitulah , istilahnya. . Di tengah keramaian dan kepabaliutan lalulintas pun sebetulnya kita bisa dengan riang gumbira bercocoktanam. Tanamannya juga bermacam corak dan ragam. Ada tanaman hias, tanaman produktif, tanaman lindung, sayur-mayur, buah-buahan, tanaman obat herbal dan juga tanaman titipan. Sudah jadi pengetahuan lingkungan hidup paling das...

Wisata Alami di Kota Bandung

Gambar
Nun di balik Bukit Jarian, ada berbagai obyek "piknik" yang asyik di Kota Bandung. Destinasi pelesir alami di bantaran Sungai Cikapundung. Sepanjang trak jogging menuju “Watervank.” Seolah kita disadari untuk lebih mencintai lingkungan hidup tanpa polusi atau knalpot. . Ada Leuwi Égang Cibarani. Arusnya bisa bikin hati gumbira kalau mau coba papalidan di situ. Kalau berani juga di Cibarani, boleh coba menyuksruk terowongan air sepanjang 20-30 meter buatan tahun 1929. Gelap, memang. Tapi sensasinya itu lho! Ada juga dua gua kecil berdampingan tak jauh dari situ. Konon, di sekitar gua itu pernah ditemukan beberapa bedil dan pelurunya peninggalan jaman iraha boa. Kalau lelah pun ada saung #Serlok_Bantaran . Teman-teman kita di sana berkenan juga membantu mulai dari ngaliwet sampai menyiapkan perlengkapan papalidan di Cibarani. Ada lagi spot full misteries di situ. Tapi moal waka dibéja-beja lah. Bisi kabita! Konon kawasan sekitar Jogging Track sampai Wat...

Jalan Gudang Selatan.

Gambar
Di jalan ini berbatas rel KA Cikudapateuh dipagar kawat dan juga gedek. Setelah Jepang menyerah kepada Amerika dan Indonesia memproklamirkan kemerdekaan, berdatanganlah Tentara Sekutu yang didomplengi Belanda. Tentara Inggris membawa pula tentara asal India yang bangsa kita menyebutnya "Gurkha." Merka datang untuk membebaskan tawanan Jepang. Di antara mereka banyak juga yang berkumpul dan bermarkas di kawasan ini. Para pejuang kita banyak yang mengenal dan dikenal para "Gurkha" itu. Di sisi lain, tentara asal India tersebut banyak yang bersimpati kepada para pejuang kita, bahkan ada juga yang membelot. Kondisi ini menimbulkan hubungan unik antara tentara asal India dan juga para pejuang kita. Tidak jarang terjadi juga barter di antara mereka. Untuk mengatasi masalah komunikasi, digunakanlah bahasa tarsan. Seperti ketika mau barter senjata atau peluru, misalnya. Lewat sebuah lubang pada pagar gedek di kawasan Cikudapateuh itu mereka saling transaksi...

Handuk China

Gambar
Boleh jadi, bagi si yang léwat barusan, hidup di negeri ini harus banyak yang dipikirkan. Kenal juga belum, sapaan pertamanya, "Ngedukung Ahok jadi pejabat lagi, Pak?" Hanya karena melihat jemuran seperti ini.. Ga bisa langsung jawab, pikiran saya melayang ke jaman pertama kali mengenali benda ini. Kala itu jauh sebelum penumpasan PKI. Nama yang dia sebutkan tadi juga mungkin orangnya belum lahir..... Sejak itu bukan saya saja yang memanfaatkan keberadaan benda ini. Dan masih  dijual bebas, terakhir jelang ikut memperingati Hari Pahlawan di Surabaya, saya beli lagi 2 dengan harga 8 ribuan, karena tau, Surabaya seperti lebih deket ke matahari. Ternyata salah seorang kawan saya juga memerlukannya karena badannya ga berhenti berkeringat. Benda ini juga yang menemani saya selagi memiliki energi untuk merambah gunung dan alam bebas. Benda ini juga yang menemani sebagai "anak kost" di Yogyakarta. Luar biasa, pertanyaan tadi malah melanglangkan ingatan kenangan say...

Ayah Tidak Percaya Jihad Bom Bunuh Diri

Gambar
Sejak kerusuhan di rutan Mako Brimob itu, bermunculan ajakan melalui tagar #KamiTidakTakut, #KamiBersamaPolisi dan juga sumpah serapah tentang teroris di media sosial. Dan, terjadi juga beberapa peritiwa teror bom bunuh diri di beberapa lokasi. Iya, ramai lah cerita dan berita teroris. Semakin gencar pula ajakan untuk menghadapi para pengecut itu secara bersama-sama.... Dan inilah cara pertamaku di lingkungan keluargaku. Anak lelakiku ikut uring-uringan lantaran sedari kemarin Breaking News bom bunuh diri ga habis-habis di televisi. Apa lagi ketika tersiar perkara sekeluarga berani berjihad dengan bom bunuh diri...... “Ayah tidak percaya jihad dengan bom bunuh diri,” aku menyela keasyikannya. Rupanya perkataanku mengagétkan dia. Dia bertanya-tanya dengan mata dan kerutan dahinya... “Bunuh diri itu dosa, bahkan mayatnya pun tidak perlu disembahyangkan. Apa lagi membunuh, membunuh orang-orang yang tak berdosa dan tidak sedang membenci dan memerangi kita.... D...

Jurig Isola

Gambar
Kungsi sakola di dieu jaman NKK/BKK, gedong ieu disebutna Partere. Sok aya jadwal kuliah umum di gedong ieu téh. Kapoéknakeun ujug-ujug aya babaturan gura-giru, walahwah-weuleuhweuh nyampeurkeun kawas nu kasieunan... Aya naon, mucunghul jurigna? Di lobby aya piano kuno, butut, sorana mahiwal kacida. Sok aya nu nyaram, ulah ditabeuh. Bisi jurig nu ngajirim Tuan Berreti datang, cenah.  Komo pimalemeun Jumaah mah. Sakali mah Kemis sore aya kuliah, éta piano ditabeuh sataker kebek. Sorana teu puguh melodina, tang ting tong kumaha karep. Hayang nyaho wé, ngajirim atawa moal? Bada magrib didagoan di buruan Partere, aya opatanana anu milu panasaran. Manéhna gideug bari ngadégdég. "Lain... Itu aya nu baris, tentara." Boa Menwa Apanan Yon XI keur latihan bada "pendudukan kampus" téa.. "Lain! Ningali tina seragamna mah siga tentara Jepang. Bedilna pararanjang. Ka dieu barisna siah..." Ceuk manéhna bari lumpat ka tempat parkir, tuluy...

Ibu Nusantara, Ayah Semesta

Gambar
Apa boleh buat. Tergelitik juga untuk ikut-ikutan menulis tentang puisi berujung bully ini. Entah judul aslinya apa, tahu-tahu ada Ibu Indonesia. Saya sempat menyaksikan seorang WS Rendra membacakan puisinya.   Khotbah , judulnya. Masih dalam ingatan, gaya dan kelantangannya meski tak ingat betul kata-katanya. Diawali dengan “Fantastis!” Namun yang paling hafal hanya tiga suku kata itu : “Cha cha cha!” Rendra mengucapnya dengan cara dan gaya yang hanya milik dia. “Cha cha cha!” katanya. Kakinya menghentak panggung seirama ucap tiga suku kata itu. “ Cha cha cha !” Lambaian tangannya melayang-layang di atas kepala. Kepalan tinju pun diacung-acung. “ Cha cha cha !” Pandangannya menyapu ribu pasang mata penonton, serasa dia berpandang   geram langsung ke mata saya juga. Terhanyut mereka dan juga saya. Serasa ikut mengucap semangat serentak dalam kebimbangan, “Bong-bong-bong. Bang-bing-bong!” Atau “Ra-ra-ra. Hum-pa-pa!” Atau, ikut centil ketika “Tra-la-la. La-la-la. ...

PENGINGAT JAMAN PKI :)

Gambar
Setidaknya sempat sekolah disini hampir 2 tahun. Waktu itu, masa-masa jaman DI/TII dan mulai rame PKI. Halamannya masih berupa rumput, bisa digunakan untuk sepak bola, gatrik, galah asin dan lain-lain. Sekarang dibeton  :( Kelasnya luas dan lelangitnya tinggi. Papan tulisnya (bor) unik, Ada dua bilah digantung pada bingkai balok kayu yang tinggi. Ada tambang di kiri dan kanannya. Kalau satu papan tulis penuh, Guru menarik tambang itu, papan tulis yang penuh tulisan naik, berbarengan dengan papan tulis yang masih kosong turun. Bangku sekolahnya juga enakeun. Satu bangku untuk berdua. Sandarannya ergonomik, asyik. Ada laci, kolowak buat menyimpan pinsil agar tidak gogorolongan karena meja tulisnya rada mudun.. Di tengah mejanya ada lubang, cukup untuk menyimpan botol mangsi. Di belakang bangunan ini ada "aula terbuka", disebutnya bangsal. Di situ suka ada pertunjukan sulap, dan ragam kesenian lainnya. Dicacar dan suntik kotipa juga di situ. Sekarang bangsalnya musnah...
Kita mendongéng. Di awal dekade tahun 1960-an minyak tanah sempat langka. Padahal saat itu minyak tanah sangat dibutuhkan masyarakat sebagai bahan bakar kompor. Sering kali terlihat antrean panjang di dipo minyak tanah atau di tempat-tempat penjualan écéran. Rumah saya pun dijadikan dipo penjualan untuk mengatasi distribusi. Masih Ada antrean juga.... Di tahun 2016 bahan bakar kompor rumah tangga sudah lama dikonversi ke gas elpiji. Distribusinya menggunakan tabung, lantaran negeri dongéng ini belum mampu mendistribusi melalui pipa gas ke rumah-rumah, seperti yang pernah dilakukan Perusahaam Gas Negara. Bahkan di Jaman penjajahan Belanda.. Setelah dikonversi ke elpiji dalam tabung, diharapkan ga Ada lagi antrean bahan bakar untuk komsumsi rumah tangga. Eh, tadi siang masih bisa melihat gerombolan orang menunggu pasokan gas elpiji 3kg. Asa atung-atung énéh aé sudah lebih dari setengah abad sejak Jaman antre minyak tanah téh... Maju, mundur atau angger aja pembangunan b...
Gambar
Di sela Perkemahan Wirakarya Daerah 2016 Pramuka Jabar di Desa Mulyasejati, Ciampea, Kab. Karawang. Hong téh kampung siga kieu. Asri, tumaninah. Kampung Daléngdong disebutna. Ngan poék da teu kahontal listrik PLN saéstuna. Aya ogé hiji meteran listrik dibagi keur sakampung, malah dibagikeun deui ka kampung tatangga, Kampung Cipapayanan. Jaba diririweuh Pabrik Pulp. Tanahna diarah, tapi ditawar ukur Rp 3.000,00 per meter. Enyaan. Ukur tilu rébu pérak ditawar saméterna! Padahal moal nepi ka tilu jam kajugjug ti Istana Presiden. BOA ÉDAN!(foto: Febriana S)

BLEKOK LAGI. LALGI-LAGI BLEKOK

Gambar
‪#‎ DongéngBukanLaporan‬   Menyenangkan singgah di RW 02. Cisaranten Kidul, Gedébagé. Warganya saroméah, sederhana tapi hadé ka sémah.   Suatu sore saya mampir lagi, ada yang menarik selain keramahtamahan warganya. Di kawasan itu ada ratusan Sarang burung kuntul dan bkekok. Menarik kalau kita memperhatikannya di sore dan pagi hari. Tapi Sabtu sore itu jadi sangat luar biasa. Saya dipertemukan dengan Kang Ayi Vivananda Dua  dan seorang pengunjung yang juga senang memperhatikan hab itat burung-burung itu.  Pengunjung yang katanya alumni ITB itu mendengar langsung keluh dan kesah warga disana.   Sawah menghilang, kolam dilarang. Lalu, mau makan apa burung-burung itu?   Dia dengan spontan bilang, "Minggu depan saya kirim untuk membeli bibit ikan. Terus saya mau mengajak teman sealmamater agar ikut memikirkan masalah Ini!" Alhamdulillah. "Ini hikmah silaturahmi," kata Kang Ayi.   Tapi, ada juga kayungyunnya. Kang Ayi disambut warga...

HAM, Sekilas Saja

Gambar
Saya melihat ada aksi para pemuda perkara HAM di Taman Cihanjuang, Dago siang 10 Desember 2015. Tak banyak tertangkap apa yang diorasikan oleh oratornya karena selain lalulintas padat, megaphonnya juga mengarah ke teman-temannya sendiri, bukan ke arah jalan yang padat. Tapi sudahlah. Inget cerita Kang Rustandi, suami kakak saya, Téh Ida. Dia jenderal, banyak pengalaman melanglang buwana. Suatu hari cerita tentang "Human Rights." Gini, saurna. Kita diajarkan oleh  barat untuk mengaplikasi human rights yang mereka kembangkan. Kita diajarkan agar bisa berenang bebas seperti ikan di lautan lepas.  Tapi kita lupa, mereka sudah bisa terbang bebas di langit luas seperti para elang. Nah, itu elang-elang dengan mudah tinggal memakan ikan-ikan yang sedang merasa bebas berenang. Jebrééd! Suatu hari bertemulah saya dengan seorang jurnalis dari Amerika Serikat yang juga bertugas di Australia. Sewéy éndeswéy bicara tentang human rights di negaranya.... So what?   We...