Sampah Domestik Bahaya dan Membahayakan



Hati-hati membuang sampah domestik yang membahayakan baik untuk diri sendiri maupun petugas pengumpul sampah dari rumah anda. Satu di antaranya yang sering dijumpai adalah pecahan kaca atau benda beling lainnya yang tajam-tajam. Biasanya jenis sampah tersebut berupa pecahan gelas/piring, kaca jendela atau juga kaca akuarium.

Rabu, 14 Januari lalu terjadi peristiwa kecelakaan yang cukup mengenaskan. Salah seorang petugas pemungut sampah dari rumah ke rumah, Nunu (38) mengalami kecelakaan saat menjalankan tugasnya di TPS Jl. Indramayu, Antapani, Kota Bandung.

Ketika sedang mengalihkan sampah dari bak “Triseda” yang biasa digunakannya sehari-hari, tiba-tiba ada serpihan kaca tajam terjatuh dan mengenai tangannya. Tak pelak, tangan Nunu terluka robek dan memerlukan pertolongan dokter untuk mengatasi luka-lukanya dengan beberapa jahitan di lengannya.
Begitu kejadian yang menimpa Nunu, seperti yang dikisahkan Maman (60) rekan kerjanya yang rutin mengambil sampah dari rumah di lingkungan RW 08, Antapani Tengah, Antapani, Kota Bandung. Jadinya Maman kerepotan sendiri dengan gerobak dorongnya. Biasanya Nunu menemani, mengendarai Triseda. Tapi karena Nunu belum bisa beraktivitas dan Maman tidak bisa mengendarai Triseda, terpaksa Maman bekerja sendiri menggunakan gerobak dorong mengumpulkan sampah di wilayah kerjanya.

Dari kisah hari ini, saya hanya ingin mengimbau sesiapa yang akan membuang sampah seperti diceritakan di atas, hendaknya bersikap preventif terhadap berbagai kemungkinan.
1.      (1).  Segera kemas sampah pecahan kaca atau beling dengan kardus bekas atau lapisan lain yang dapat menutupi ketajamannya, semenatara menunggu petugas pengumpul sampah.
2.       (2). Beritahukan isi kemasan itu kepada petugas pengumpul sampah yang dating ke rumah atau petugas di TPS apabila anda berkenan menyerahkannya ke TPS terdekat.

Dua hal yang dilakukan ini setidaknya akan mencegah risiko terjadinya kecelakaan seperti yang dialami Nunu dan juga anggota keluarga lainnya di rumah.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Joko Kendil

Corona Lagi, Lagi-lagi Corona

Sisi lain Rukun Haji di Arafah.