BLEKOK LAGI. LALGI-LAGI BLEKOK


Menyenangkan singgah di RW 02. Cisaranten Kidul, Gedébagé. Warganya saroméah, sederhana tapi hadé ka sémah. 
Suatu sore saya mampir lagi, ada yang menarik selain keramahtamahan warganya. Di kawasan itu ada ratusan Sarang burung kuntul dan bkekok. Menarik kalau kita memperhatikannya di sore dan pagi hari.
Tapi Sabtu sore itu jadi sangat luar biasa. Saya dipertemukan dengan KangAyi Vivananda Dua dan seorang pengunjung yang juga senang memperhatikan habitat burung-burung itu. 
Pengunjung yang katanya alumni ITB itu mendengar langsung keluh dan kesah warga disana. 
Sawah menghilang, kolam dilarang. Lalu, mau makan apa burung-burung itu? 
Dia dengan spontan bilang, "Minggu depan saya kirim untuk membeli bibit ikan. Terus saya mau mengajak teman sealmamater agar ikut memikirkan masalah Ini!"
Alhamdulillah. "Ini hikmah silaturahmi," kata Kang Ayi. 

Tapi, ada juga kayungyunnya. Kang Ayi disambut warga setempat seperti masih menjabat Wakil Wali Kota Bandung. "Da Pa Ayi anu sering merhatoskeun kaayaan di dieu," kata seorang wanita warga Rancabayawak. Dan disambutlah pengunjung tadi, Kang Ayi dan saya juga kapétélan dengan ulen dan "onggér serta citéh haneut.
Dari obrolan lugu ini, tahulah saya, betapa perusahaan pengembang "Bandung Technopolis" sangat arogan. 
Yeaah, saya dan Destinasia Magz, Kang Harri Safiari hanya bisa ambek nyedek. Hanya bisa "menggeuing," tapi tidak walakaya... Semoga, orang bijak jualah yang bisa mengatasinya.... 
Tapi, ya sunyam-senyum juga. Pa Ayi kalamas-kelemes menghadapi warga Rancabayawak yang menyambutnya. Mau kirim bibit tanaman juga Kang Ayi téh...



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Joko Kendil

Corona Lagi, Lagi-lagi Corona

Sisi lain Rukun Haji di Arafah.