Urban Farming Manfaatkan Halaman atau Lahan Kosong Milik Sendiri
Salah satu ciri
manusia yang mencintai lingkungan hidup di antaranya adalah mencintai pepohonan
dan juga menggemari bercocoktanam. Bercocoktanam bisa dimana saja dan kapan saja, dapat disesuaikan dengan lahan yang bisa kita gunakan dengan halal.
Seperti di kebun ini,
misalnya. Di suatu lahan kosong yang kelak akan dibangun gedung dapat juga
dimanfaatkan, sambil menunggu tabungan yang cukup untuk membiayai proyek
membangun rumah tinggal. Kebun di lahan ini istilahnya jadi kerén, "Urban
Organik Farm." Lokasinya juga tidak
kalah kerén, hanya hitungan langkah dari Setrasari Mall,
Kota Bandung.
Urban Farming. Begitulah, istilahnya.. Di tengah keramaian dan kepabaliutan
lalulintas pun sebetulnya kita bisa dengan riang gumbira bercocoktanam.
Tanamannya juga bermacam corak dan ragam. Ada tanaman hias, tanaman produktif, tanaman lindung, sayur-mayur,
buah-buahan, tanaman obat herbal dan juga tanaman titipan.
Sudah jadi pengetahuan
lingkungan hidup paling dasar yang kita ketahui, bahwa semua pohon berdaun
adalah sumber oksigen untuk kelangsungan hidup kita. Sebagai upaya mengurangi sampah plastik pun bisa kita lakukan. Gunakan saja kantong-kantong plastik bekas kemasan minyak goreng, misalnya, untuk diberi fungsi baru sebagai polybag.
Di sini ada edukasi membibit dan menumbuhkan
pohonnya dengan cara "orhanik."
Di sisi lahan ini ada juga saung yang komplet
dengan tungkunya.... Meniis di saungnya juga orhanik berat... Ada téh kélor dan gurilem dua
rasa. Dan itu yang namanya téko lagedu, kelamnya warbiyasah. Boleh jadi
karena keseringan ditagen di hawu yang disongsongi Mang Dian.
Kita teladani yu? Atau perlu bantuan? #urbanfarming





Komentar
Posting Komentar