Jalan Gudang Selatan.
Di jalan ini
berbatas rel KA Cikudapateuh dipagar kawat dan juga gedek. Setelah Jepang
menyerah kepada Amerika dan Indonesia memproklamirkan kemerdekaan,
berdatanganlah Tentara Sekutu yang didomplengi Belanda. Tentara Inggris membawa
pula tentara asal India yang bangsa kita menyebutnya "Gurkha." Merka
datang untuk membebaskan tawanan Jepang.
Di antara mereka
banyak juga yang berkumpul dan bermarkas di kawasan ini.
Para pejuang kita
banyak yang mengenal dan dikenal para "Gurkha" itu. Di sisi lain,
tentara asal India tersebut banyak yang bersimpati kepada para pejuang kita,
bahkan ada juga yang membelot.
Kondisi ini
menimbulkan hubungan unik antara tentara asal India dan juga para pejuang kita.
Tidak jarang terjadi juga barter di antara mereka.
Untuk mengatasi
masalah komunikasi, digunakanlah bahasa tarsan.
Seperti ketika
mau barter senjata atau peluru, misalnya.
Lewat sebuah
lubang pada pagar gedek di kawasan Cikudapateuh itu mereka saling transaksi.
Kita, perlu
senjata, Tommy Gun, (Inggris) dan perlu peluru yang dibarter dengan ayam
sebagai asupan gizi tambahan.
Ngomongnya:
"Me kokok, yu tomi gan," atau "Me kokok, yu tétét!"
Saling paham,
rupanya.... Dan, terjadilah.
Di sekitar
kawasan ini konon terjadinya..
#sejarah
#gurkha

Komentar
Posting Komentar