Handuk China


Boleh jadi, bagi si yang léwat barusan, hidup di negeri ini harus banyak yang dipikirkan.
Kenal juga belum, sapaan pertamanya, "Ngedukung Ahok jadi pejabat lagi, Pak?" Hanya karena melihat jemuran seperti ini..
Ga bisa langsung jawab, pikiran saya melayang ke jaman pertama kali mengenali benda ini. Kala itu jauh sebelum penumpasan PKI. Nama yang dia sebutkan tadi juga mungkin orangnya belum lahir..... Sejak itu bukan saya saja yang memanfaatkan keberadaan benda ini. Dan masih dijual bebas, terakhir jelang ikut memperingati Hari Pahlawan di Surabaya, saya beli lagi 2 dengan harga 8 ribuan, karena tau, Surabaya seperti lebih deket ke matahari. Ternyata salah seorang kawan saya juga memerlukannya karena badannya ga berhenti berkeringat.
Benda ini juga yang menemani saya selagi memiliki energi untuk merambah gunung dan alam bebas. Benda ini juga yang menemani sebagai "anak kost" di Yogyakarta.
Luar biasa, pertanyaan tadi malah melanglangkan ingatan kenangan saya ke masa-masa sehaok pun bisa dilanjut gaplok.
Saya masih punya waktu untuk menjawab pertanyaan tadi, karena dia kesulitan menghidupkan mesin motornya. Berpikirnya pun jadi ada jeda....
Saya bantu standarkan motornya karena dia seperti kesulitan dengan adanya sidebag berisi beberapa bungkus paket, lalu menghidupkan mesinnya dengan cara manual. Sekali saja "Bruuum!"
Setelah motornya hidup, saya bertanya, "Masih memerlukan jawaban saya?"
Dia bilang, "Tidak, Pak. Terima kasih." Lalu dia melaju sambil senyum dan melambaikan tangan. "Assalamuaalaykum," katanya.
Saya jawab seilaharnya....
Ada juga ya keindahan mengenang masa-masa gemilang dari sebuah pertanyaan yang ternyata tidak perlu saya jawab......

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Joko Kendil

Corona Lagi, Lagi-lagi Corona

Sisi lain Rukun Haji di Arafah.