PAHLAWAN ITU MERTUA SAYA
Sebelum melanjut perjalanan. Posting ini deh, menyambut November, Bulan Pahlawan.
Selain punya track record combat, Letkol (Purn) "Anumerta" ini juga berbuat sesuatu yang luar biasa. Ketika memasuki masa pensiunnya, dia banyak menyaksikan betapa keluarga sejawat "pejuang dan pahlawan" terseok-seok menyikapi tekanan ekonomi. Banyak di antara mereka, termasuk para janda purnawirawan dan pahlawan, sampai menggadaikan SK Pensiunnya ke rentenir.
Responnya: dia bikin semacam sistem yang membantu para purnawirawan dan juga para janda purnawirawan agar tidak terjerat rentenir. Mulai dari lingkup kecil di Garut, lalu berkembang ke tingkat provinsi Jawa Barat sampai akhirnya di level nasional. Upaya yang amat sangat melelahkan dan penuh tanggungjawab, Saya pun menyaksikan keletihannya, namun rona kebahagiaan selalu nampak di wajahnya.
Keberhasilannya membangun sistem ini hingga ke level nasional, membuat "swasta" melirik dan ingin memilikinya dengan cara "cegat muntah".
Sepeninggal almarhum, banyak sudah para purnawirawan yang terbantu. Dan juga mensejahterakan banyak orang termasuk institusi yang mengakomodasi sistemnya.
Sekarang, konon, sistem itu sudah dijual kepada swasta.
Kisah selanjutnya, cukup saya, istri saya dan keluarga saya saja yang tahu. Cukuplah rasa bangga lahir-bathin karena senantiasa mendoakannya. Entah orang lain yang memanfaatkan sistem itu kini.
Dengan bangga juga saya bisa bilang: "Beliau adalah mertua saya, kakek anak-anak saya, yang terwarisi jiwa kepahlawanannya." Insha Allah. Al Fatihah.....
Mengenang pun bapa: Letkol (Purn) Omon Sulaeman

Komentar
Posting Komentar