LEBIH DEKAT DENGAN ABAH LANDOENG


Pada saat Konperensi Asia Afrika (KAA) berlangsung April 1955 Abah Landoeng berusia 23 tahun. Ia seorang guru dan juga terlibat sebagai relawan pengumpul mobil milik warga Bandung.
Ketika ada pengumuman untuk menjadi Panitia KAA, Landoeng ikut mendaftar. Ia memilih menjadi tim yang mengumpulkan mobil untuk para delegasi.


Diapun diterima. Tugasnya mendatangi warga Bandung yang memiliki mobil. Menggunakan sepedanya, ia bertamu ke beberapa rumah orang kaya di Bandung. Jumlahnya tidak banyak, sekitar puluhan mobil saja. Mobil-mobil tersebut dipinjam untuk mendukung suksesnya KAA.

Landoeng yang berprofesi sebagai guru mengenal hampir semua orang yang memiliki mobil di Bandung (Kalau sekarang mungkin ga ya?). Maklum, dia sebagai guru yang memberi pelajaran privat atau tambahan ke rumah-rumah tersebut. Kala itu, profesi guru menjadi panutan bagi warga. "Guru kan sanagt dihormati," ungkap Landoeng.

Untungnya, semua keluarga yang ditemui Landoeng memberikan pinjaman mobil dengan sukarela. "Mereka paham, KAA harus sukses," kata lelaki kelahiran 11 Juli 1932 ini.
Mobil-mobil yang dipinjam ini menjadi tanggung jawab panitia. Bensinnya diisi panitia. Sedangkan para supirnya adalah perwira kepolisian yang sedang dididik di Jakarta. Mereka dijadikan panitia dengan tugas sebagai supir delegasi

Landoeng adalah seorang pensiunan Pegawai negeri Sipil. Berapa usianya sekarang, ya? Dulu ia mengajar di SD Banjarsari, SD Gang Tilil, SD Tikukur. Sempat juga mengajar di SMPN 2 dan SMPN 5. Beberapa saat sebelum tulisan ini diaplod, Abah Landoeng sempat me-like salah satu postingan saya. Saya langsung teringat cerita ini.

Belakangan saya ketahui rupanya Abah Landoeng ini seorang Sukarelawan juga, dan pernah diterjunkan ke medan perang. Luar biasa. Berbincang tentang lingkungan hidup pun Abah Landoeng amat fasih. Dia pernah mengajak saya untuk ikut juga menanam padi organik. Sempat beberapa kali jumpa di kantor Dpklts Indonesia di Jl. Martadinata. 

Salam hormat selalu, Abah. Semangat tak pernah pudar, dan masih kuat dan sehat bersepeda... Terima kasih juga untuk MKAA atas pemberian buku-bukunya yang sangat bernilai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Joko Kendil

Corona Lagi, Lagi-lagi Corona

Sisi lain Rukun Haji di Arafah.