BACKYARD SCIENTISTS TANDA-TANDA ALAMI MUSIM PENGHUJAN
"Laron, larooon!"
Ada yang panik menjelang magrib lantaran tiba-tiba saja rumahnya diserbu ribuan laron, mengerubungi lampu di dalam rumahnya. Sebetulnya mengatasinya cukup mudah. Tinggal matikan lampu dalam, nyalakan lampu luar. Laron dengan sendirinya berpindah mengerumuni lampu yang terang.
Sesungguhnya peristiwa itu merupakan pertanda alami bahwa sebentar lagi akan memasuki musim penghujan. Laron-laron itu meninggalkan lubangnya di dalam tanah dengan berubah ujud dan menambah sayap. Mereka juga punya akal, kalau tetap di lubangnya akan kebanjiran. Terbanglah mereka sambil mencari pasangannya.
Kalau kemudian peristiwa ini dilanjut dengan adanya antrean semut memindahkan telurnya ke langit-langit rumah, prediksi akan munculnya hujan semakin kuat. Bahkan bisa lebih akurat daripada ramalan cuaca olahan satelit.
Para petani leluhur kita sungguh piawai memprediksi iklim atau cuaca, berdasarkan peri hidup makhluk dan alam di sekitanya. Kalau sudah muncul sarang/lubang "undur-undur" itu salah satu pertanda sudah masuk musim kemarau. Makin banyak lubangnya, makin lama kemaraunya. Barulah menentukan jenis tanaman yang cocok ditanam.
Sebaliknya, apabila jumlah lubang undur-undur berkurang lalu menghilang, semakin kuat lagi dugaan akan terjadinya hujan.
Dan, begitulah jadinya. Selang hitungan hari dari peristiwa laron tadi, tanggal 7 Oktober 2015 hujan turun di Kota Bandung dengan lebatnya. Bahkan dibarengi angin besar yang merobohkan beberapa pohon di tengah kota.
Sayang, gara-gara seringnya ada hujan buatan, kacau juga tatanan musim yang alami ini.
Tapi, masih juga sih ingin bertanya: "Kenapa ya undur-undur jalannya mundur?"

Komentar
Posting Komentar