Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

HAM, Sekilas Saja

Gambar
Saya melihat ada aksi para pemuda perkara HAM di Taman Cihanjuang, Dago siang 10 Desember 2015. Tak banyak tertangkap apa yang diorasikan oleh oratornya karena selain lalulintas padat, megaphonnya juga mengarah ke teman-temannya sendiri, bukan ke arah jalan yang padat. Tapi sudahlah. Inget cerita Kang Rustandi, suami kakak saya, Téh Ida. Dia jenderal, banyak pengalaman melanglang buwana. Suatu hari cerita tentang "Human Rights." Gini, saurna. Kita diajarkan oleh  barat untuk mengaplikasi human rights yang mereka kembangkan. Kita diajarkan agar bisa berenang bebas seperti ikan di lautan lepas.  Tapi kita lupa, mereka sudah bisa terbang bebas di langit luas seperti para elang. Nah, itu elang-elang dengan mudah tinggal memakan ikan-ikan yang sedang merasa bebas berenang. Jebrééd! Suatu hari bertemulah saya dengan seorang jurnalis dari Amerika Serikat yang juga bertugas di Australia. Sewéy éndeswéy bicara tentang human rights di negaranya.... So what?   We...

INSTAN KARMA INI MAH :)

Gambar
Semakin banyak bukti "instan karma" bagi sesiapa yang berbicara sompral, emosif, sok kuat, so jago. Bahkan TNI pun dianggapnya amatiran. Apa boleh buat, dengan rendah diri (karena memang sudah rendah), Iwan yang satu ini mengundurkan diri sebagai pelatih tim sepakbola yang sebetulnya memiliki beberapa pemain potensial....  :) Foto: meme nyasar dari foto di indobolanews.com

APA KABAR NASIB ANTONOV AURI?

Gambar
Antonov AN-12. TNI-AU semasa masih AURI, sedikitnya punya 6 jenis pesawat angkut sedang buatan Uni Sovyet ini. Terakhir saya melihat berjejer di Lanud Husein Sastranegera, dekat lapangan golf, sebelum ada iruk-pikuk PT Dirgantara Indonesia. Lalu menghilang. lalu ada isu, semuanya sudah "direcah" dan dijual ke pabrik panci. Masya Allah.... Kalu benar, ya benar-benar keterlauan. Ada cerita lain?

BACKYARD SCIENTISTS TANDA-TANDA ALAMI MUSIM PENGHUJAN

Gambar
"Laron, larooon!"  Ada yang panik menjelang  magrib lantaran tiba-tiba saja rumahnya diserbu ribuan laron, mengerubungi lampu di dalam rumahnya. Sebetulnya mengatasinya cukup mudah. Tinggal matikan lampu dalam, nyalakan lampu luar. Laron dengan sendirinya berpindah mengerumuni lampu yang terang. Sesungguhnya peristiwa itu merupakan pertanda alami bahwa sebentar lagi akan memasuki musim penghujan. Laron-laron itu meninggalkan lubangnya di dalam tanah dengan berubah ujud dan menambah sayap. Mereka juga punya akal, kalau tetap di lubangnya akan kebanjiran. Terbanglah mereka sambil mencari pasangannya. Kalau kemudian peristiwa ini dilanjut dengan adanya antrean semut memindahkan telurnya ke langit-langit rumah, prediksi akan munculnya hujan semakin kuat. Bahkan bisa lebih akurat daripada ramalan cuaca olahan satelit. Para petani leluhur kita sungguh piawai memprediksi iklim atau cuaca, berdasarkan peri hidup makhluk dan alam di sekitanya. Kalau sudah muncul sarang/luba...

SAYA SEBUT INI MEDIA "BENTJLOENG". TAPI DJITOE!

Gambar
Hihihi.... Memang boeatan para "Djoernalist Bentjloeng". Tapi seroe, seram tegang! Boleh djadi hanja ada satoe--satoenja di seantero doenia... Oleh Kin Sanubary djoega moengkin tida' terkoleksie. Dan dia poenja sponsor poen ikoet-ikoet bentjloeng. Ini soerat chabar poenja adpertensi gila. Tapi banjak orang soeka lantaran dia poenja informatsie sangatlah penting oentoek kehidoepan. Ada jang soe ka batja laloe boeang, soeka kritiek, soeka marah-marah lantaran tiba-tiba sahadja ini koran moentjoel di mereka poenja email. Tapi oentoek kapentingan adpertensi soenggoeh amat sangat potensiel. Mahaoe bikin lagi boleh kan? Soedah kepalang bentjloeng. Siapa tahoe, itoe jang soeka pasang-pasang adpertensi di media mainstream mahaoe toeroet bentjloeng. Toeman sekali, sodara-sodara!

PAHLAWAN ITU MERTUA SAYA

Gambar
Sebelum melanjut perjalanan. Posting ini deh, menyambut November, Bulan Pahlawan. Selain punya track record combat, Letkol (Purn) "Anumerta" ini juga berbuat sesuatu yang luar biasa. Ketika memasuki masa pensiunnya, dia banyak menyaksikan betapa keluarga sejawat "pejuang dan pahlawan" terseok-seok menyikapi tekanan ekonomi. Banyak di antara mereka, termasuk para janda purnawirawan dan pahlawan, sa mpai menggadaikan SK Pensiunnya ke rentenir. Responnya: dia bikin semacam sistem yang membantu para purnawirawan dan juga para janda purnawirawan agar tidak terjerat rentenir. Mulai dari lingkup kecil di Garut, lalu berkembang ke tingkat provinsi Jawa Barat sampai akhirnya di level nasional. Upaya yang amat sangat melelahkan dan penuh tanggungjawab, Saya pun menyaksikan keletihannya, namun rona kebahagiaan selalu nampak di wajahnya. Keberhasilannya membangun sistem ini hingga ke level nasional, membuat "swasta" melirik dan ingin memilikinya d...

LEBIH DEKAT DENGAN ABAH LANDOENG

Gambar
Pada saat Konperensi Asia Afrika (KAA) berlangsung April 1955 Abah Landoeng berusia 23 tahun. Ia seorang guru dan juga terlibat sebagai relawan pengumpul mobil milik warga Bandung. Ketika ada pengumuman untuk menjadi Panitia KAA, Landoeng ikut mendaftar. Ia memilih menjadi tim yang mengumpulkan mobil untuk para delegasi. Diapun diterima. Tugasnya mendatangi warga Bandung yang memiliki mobil. Menggunakan sepedanya, ia bertamu ke beberapa rumah orang kaya di Bandung. Jumlahnya tidak banyak, sekitar puluhan mobil saja. Mobil-mobil tersebut dipinjam untuk mendukung suksesnya KAA. Landoeng yang berprofesi sebagai guru mengenal hampir semua orang yang memiliki mobil di Bandung (Kalau sekarang mungkin ga ya?). Maklum, dia sebagai guru yang memberi pelajaran privat atau tambahan ke rumah-rumah tersebut. Kala itu, profesi guru menjadi panutan bagi warga. "Guru kan sanagt dihormati," ungkap Landoeng. Untungnya, semua keluarga yang ditemui Landoeng memberikan pi...

AKU, KAMU DAN SEPATU (1)

Gambar
Apa boleh buat. Hak sepatu suka miring ke samping setelah lama digunakan. Ada juga teman yang usil, kakinya pasti péngkor katanya. Beuh! Ga tau dia. Ini salah satu bukti bahwa Planet Bumi yang kita pijak ini benar-benar bulat. "Kalo hak sepatu kamu yang rata, ya.... kakimu lah yang péngkor!" Tuman teuing! :)