Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2022

Muzdalifah – Mina Perjalanan Ajaib Dalam Keputus-asaan

Gambar
  Usai shalat jama’ qashar Dzuhur dan Asar sampai Magrib di hari Wukuf Arafah selesai sudah prosesi utama ibadah haji. Namun masih harus dilanjut menuju Mina dengan terlebih dahulu mabit di Muzdalifah setelah matahari terbenam. Degdegan juga. Tapi merasa ditenangkan karena teman sekelompok jamaah sudah semakin kenal akrab.  Teman sekelompok memang sudah diwanti-wanti agar tetap bersama, jangan sampai terpisah dari rombongan, mengingat kita akan tiba di Muzdalifah pada malam hari. Sejak tiba di   Madinah, secara pribadi saya mengajukan diri untuk mendampingi salah seorang jamaah yang terpaksa harus menggunakan kursi roda. Semula saya tidak mengenalinya, tapi merasa terpanggil karena ibu saya juga memang harus menggunakan kursi roda dalam mobilitasnya sehari-hari. Setidaknya, ada pengalaman bagaimana mendorong kursi roda di berbagai kondisi jalan bahkan menaiki atau menuruni undakan. Dan, apa yang terjadi di Muzdalifah sungguh di luar dugaan! Namanya juga kawasan itu u...

Sisi lain Rukun Haji di Arafah.

Gambar
  Arafah adalah salah satu prosesi yang harus dilewati setiap jamaah haji yang mulai terasa “berat.” Begitu kata pembimbing ibadah haji sejak jauh sebelum keberangkatan. Risikonya lelah lahir-batin, sebelum kita menuju Muzdalifah dan Mina yang lebih berat. Jamaah yang pada waktunya menderita sakit pun “diwajibkan” wukuf. Untuk mereka disediakan ambulan dan tenda khusus. Entah seluas apa padang itu. Kebayangnya dataran luas padang pasir tanpa peneduh dipenuhi jutaan jamaah dari berbagai penjuru dunia, dengan pakaian yang sama pula. Ternyata banyak pohon juga di sana. Kabarnya, pepohonan itu adalah bantuan dari pemerintahan Indonesia. Luar biasa. Saat duduk sejenak di bawah pohon, terpikirkan juga bagaimana menyirami pepohonan itu sampai sesubur ini? Dari cerita seorang mukimin di Mekah, untuk bisa menanam satu pohon pelindung di hamparan batu melulu itu diperlukan biaya sebesar 1.500 Riyal. Sungguh keterlaluan kalau ada orang Indonesia di tanah “tongkat kayu jadi tanaman” ini en...

Kucing Dolbon

Gambar
    Bandung - Kucing. Iya, kucing! Perkara binatang yang satu ini saya hanya menggolongkan 2 (dua) jenis saja. Pertama kucing peliharaan dan satu lagi kucing liar. Tentang penggolongan jenis kucing pun saya kurang paham , yang saya hafal paling kucing kampong, angora, Persia dan siam. Selebihnya saya memang tidak mendalami.   Tapi kalau urusan peduli, ya adalah. Kucing-kucing yang pernah dipelihara di rumah saya juga awalnya bukan adopsi dari pembiak, tapi memungut dari jalanan karena kasihan. Kucing pertama yang dipelihara memang “kucing kampung.” Ada sepasang yang kemudian beranak-pinak. Cara memeliharanya pun secara tradisionil saja, termasuk cara memandikannya. Makanannya seputar pindang yang dicampur nasi. Cukup itu. Hanya, ini dia, kotorannya jadi tidak teratur dan bau. Lama sekali membiasakannya untu bisa berak atau kencing di tempat yang sudah disediakan. Tapi, rasa kasihan terhadap mereka lebih besar dari pada kekesalan dengan seringnya membersihkan beberap...